---
name: bahasa-marketing
description: "Menulis materi pemasaran berbahasa Indonesia yang menjual tanpa terdengar seperti mesin: caption media sosial (Instagram, TikTok, X/Twitter, LinkedIn, Facebook), naskah iklan, email marketing, tagline, naskah promo, brand voice. WAJIB dipakai saat pengguna meminta 'buat caption', 'konten sosmed', 'copywriting', 'iklan', 'promosi', 'email blast', 'script konten', 'kalender konten', atau materi jualan/kampanye apa pun dalam bahasa Indonesia, meski kata 'marketing' tidak disebut. (Indonesian marketing & social media copywriting.)"
---

# Bahasa Marketing

Skill ini menumpuk di atas `bahasa-inti`: seluruh larangan dan pemeriksaan di sana tetap berlaku penuh. Kalau folder `../bahasa-inti/references/` tersedia, baca [frasa-terlarang.md](../bahasa-inti/references/frasa-terlarang.md) sebelum menulis; frasa pemasaran kosong ("solusi terbaik untuk kebutuhan Anda", "bawa bisnis ke level berikutnya") ada di sana dan haram di sini.

Prinsip dasarnya: **copy yang menjual itu spesifik dan jujur.** Detail harus berasal dari brief, materi produk, atau sumber yang bisa diperiksa. Jangan mengarang angka, tenggat, testimoni, atau adegan seolah-olah itu kejadian nyata. Kalau belum ada bukti, minta datanya atau tulis tanpa klaim tersebut. Spesifik bisa berarti menyebut situasi pembaca, langkah yang bisa dilakukan, atau detail produk yang memang diketahui; angka bukan syarat.

## Lima keputusan sebelum menulis

1. **Produk & bukti**: apa yang dijual, dan fakta konkret apa yang dimiliki (harga, angka, tenggat, testimoni bernama)? Tanpa satu pun bukti, minta dulu ke pengguna; jangan mengarang.
2. **Audiens**: siapa, di platform apa, sedang menggulir dalam suasana apa.
3. **Sapaan**: satu saja, dari tabel di bawah.
4. **Tujuan & satu CTA**: satu materi satu tindakan. Dua CTA berarti pembaca memilih tidak keduanya.
5. **Brand voice**: kalau merek punya panduan, ikuti; kalau tidak, turunkan dari audiens + sektor (tabel register).

## Sapaan dan register

| Sapaan | Kapan | Catatan |
|---|---|---|
| **Anda** (selalu kapital) | Jasa keuangan, asuransi, B2B, kesehatan, properti, email resmi, LinkedIn | Hormat dan berjarak; jangan dipakai untuk audiens remaja |
| **kamu** | E-commerce, D2C, aplikasi konsumen, audiens <35, Instagram/TikTok | Hangat dan dekat; huruf kecil |
| **lo/gue** | Hanya bila persona merek memang begitu dan audiensnya urban Jabodetabek | Berisiko mengeksklusi pembaca luar Jakarta |
| **kita** | Membangun rasa "sama-sama" | *kita* mengikutsertakan pembaca; *kami* berarti merek saja. Jangan tertukar |

Aturan keras: **satu materi satu sapaan.** "Tingkatkan bisnis Anda… yuk daftar, kamu bisa mulai gratis" adalah cacat yang langsung terlihat. Sapaan komunitas ("Sobat X", "Teman Y") hanya bila memang milik merek itu; jangan menciptakan "Sobat" generik untuk merek yang tidak memakainya.

Gradien formalitas antarplatform (paling santai ke paling formal): **TikTok < Instagram ≈ X ≈ Facebook < email < LinkedIn.** Rincian per platform: [references/media-sosial.md](references/media-sosial.md).

## Aturan emas

1. **Manfaat dulu, fitur belakangan.** Fitur adalah apa yang produk punya; manfaat adalah apa yang berubah bagi pembeli. "RAM 8 GB" menjadi "buka 20 tab tanpa macet".
2. **Superlatif tanpa bukti itu dilarang. Bukan cuma jelek, tapi melanggar Etika Pariwara Indonesia.** *Terbaik, termurah, no. 1, paling…* hanya boleh dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan dan disebutkan ("terlaris kategori skincare di Tokopedia, Juni 2026"). Garnier pernah kena kasus persis karena "No 1 Micellar Water di Indonesia" tanpa sumber. Tanpa data: ganti klaim spesifik yang benar.
3. **Pakai angka hanya jika ada dasarnya.** Angka mengalahkan kata sifat hanya ketika angka itu benar, relevan, dan jelas mengukur apa. Jangan membuat angka tampak janggal demi menarik perhatian.
4. **Hook di baris pertama.** Di feed, hanya 1–2 baris pertama yang terbaca sebelum "…more". Mulai dari masalah yang benar-benar dialami audiens, detail berguna, atau klaim yang bisa dibuktikan. Hook tidak harus berupa slogan, permainan kontras, atau kalimat pendek berpasangan.
5. **Tulis seperti bicara.** Uji baca nyaring lebih penting di marketing daripada di mana pun: kalau tidak akan kamu ucapkan ke teman, jangan tulis.
6. **Urgensi hanya yang nyata.** Tenggat dan stok boleh disebut kalau benar. "Buruan sebelum kehabisan!" tanpa dasar adalah slop sekaligus bohong.

## Larangan tambahan (di atas larangan inti)

| Terlarang | Kenapa / ganti |
|---|---|
| "Yuk, simak ulasannya!", "Simak sampai habis!" | Pengisi tanpa isi; langsung ke isi |
| "Jangan sampai ketinggalan!", "Tunggu apa lagi?" | Urgensi kosong; ganti tenggat/stok nyata |
| "Halo Sobat …!" (generik) | Sapaan komunitas hanya milik merek yang memakainya |
| Emoji bertubi (🚀✨🔥💯) atau emoji sebagai bullet | Maksimal 2–3 per caption, hanya bila menambah nada |
| Hashtag dump (>5, atau hashtag generik #fyp #viral) | 3–5 hashtag spesifik; rincian di media-sosial.md |
| "Kepoin", "gercep", "auto-glowing" dipaksakan | Slang hanya bila memang bahasa audiens & persona merek |
| Kata "GRATIS!!!" bertanda seru ganda | Satu tanda seru pun sudah keras; biarkan penawarannya yang berteriak |
| Janji hasil pasti ("dijamin putih dalam 7 hari") | Klaim hasil butuh bukti; untuk kosmetik/kesehatan ada aturan iklan. Tulis hasil yang terdokumentasi |

## Campur kode (bahasa Jaksel)

Ukuran tunggalnya kejelasan, bukan gengsi. Ivan Lanin: campur kode diterima di lingkungan penuturnya; jadi masalah saat dipakai untuk pamer status, karena saat itu pesan justru gagal sampai.

| Situasi | Putusan |
|---|---|
| Istilah niaga digital ternaturalisasi: *checkout, cashback, free trial, DM, e-wallet, pre-order* | Pakai; memaksakan padanan malah mengganggu |
| Ada padanan Indonesia yang wajar (*wishlist* jadi "produk idaman"; *download* jadi unduh) | Pakai padanannya |
| Audiens muda urban, kanal santai, persona merek memang campur | Campuran ringan boleh, konsisten |
| LinkedIn, email resmi, sektor finansial, audiens nasional luas | Jangan campur kode |
| Inggris dipakai supaya terdengar pintar ("which is", "literally", "in terms of") | Buang; ini xenoglosofilia, bukan gaya |

## Contoh transformasi

Angka, harga, hasil, dan detail produk dalam contoh berikut hanya ilustrasi pola. Jangan salin sebagai fakta untuk merek atau produk lain tanpa memeriksa brief atau sumbernya.

**Caption Instagram (jasa pembuatan situs):**

> ❌ "🚀 Di era digital yang serba cepat ini, kehadiran online sangatlah penting bagi bisnis Anda! Yuk, tingkatkan brand awareness kamu ke level berikutnya bersama kami! 💯 Jangan sampai ketinggalan! #bisnis #digital #sukses #marketing #umkm #website #indonesia"

Cacatnya: pembuka klise zaman, campur Anda dan kamu, "level berikutnya", urgensi kosong, emoji dan hashtag dump, nol fakta.

> ✅ "Toko sebelah muncul di halaman satu Google. Tokomu belum? Kami bangun situsmu sampai tayang dalam 14 hari, mulai Rp2 juta, sudah termasuk domain setahun. Cek paketnya lewat tautan di bio. #jasawebsite #umkmnaikkelas #websitemurah"

**Iklan produk:**

> ❌ "Produk kami adalah inovasi terbaru yang memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan performa terbaik yang pernah kamu alami."

> ✅ "Blender 1.200 watt. Es batu jadi halus 40 detik, garansi motor 5 tahun. Rp399 ribu sampai Minggu."

## Pemeriksaan tambahan marketing

Setelah pemeriksaan wajib `bahasa-inti`:

1. Ada berapa CTA? Harus satu.
2. Sapaan tercampur? Perbaiki.
3. Setiap klaim unggul punya bukti yang disebutkan? Superlatif tanpa data harus ditulis ulang.
4. Apakah angka, bukti, dan adegan yang terdengar faktual benar-benar ada di brief atau sumber? Hapus atau tandai asumsi yang belum diverifikasi.
5. Baca baris pertama nyaring. Apakah terdengar seperti orang sungguhan menyampaikan hal yang relevan, atau seperti slogan yang dirakit agar terdengar tajam? Pastikan isi memenuhi janji hook.
6. Apakah CTA cocok dengan manfaat isi? Minta orang menyimpan unggahan hanya jika isinya berguna sebagai rujukan nanti; selain itu pilih tindakan yang relevan atau hilangkan CTA.
7. Hashtag ≤5 dan spesifik; emoji ≤3 dan bermakna?
8. Bisakah kompetitor menempel logo mereka di copy ini tanpa terasa aneh? Kalau ya, belum cukup spesifik.

## Referensi

| Berkas | Isi | Baca ketika |
|---|---|---|
| [references/media-sosial.md](references/media-sosial.md) | Konvensi per platform: hook, panjang, hashtag, nada; bank hook | Menulis caption/konten IG, TikTok, X, LinkedIn, Facebook |
| [references/copywriting.md](references/copywriting.md) | Kerangka AIDA/PAS/BAB, bank CTA, aturan EPI, email marketing, 13 kesalahan umum | Menulis iklan, email, landing copy promosi, naskah penjualan |
