---
name: laporan-akademik
description: Write academic reports in formal Indonesian Bahasa. Use when asked to create laporan tugas besar, praktikum, penelitian, or similar formal academic documents.
version: 0.0.1
---

# Aturan: Generate Laporan Akademik

Gunakan aturan ini ketika diminta untuk menulis laporan akademik (tugas besar, praktikum, penelitian, atau sejenisnya) dalam Bahasa Indonesia.

---

## 1. Bahasa dan Gaya Penulisan

Gunakan Bahasa Indonesia formal akademik. Pilihan kata mengikuti konteks teknis: istilah asing yang sudah lazim di bidang terkait dipertahankan bila lebih tepat dari padanan Indonesianya.

Gaya penulisan bersifat sedang: fokus pada inti topik, objective, konteks, hasil, dan implikasi. Bukan sekadar menyalin langkah demi langkah.

Jangan gunakan gaya orang pertama. Hindari frasa seperti: *saya belajar*, *saya mempelajari*, *saya memahami*, *kami menemukan*, *kami menyadari*.

Fokuskan isi pada: objective topik, konteks, poin utama, fungsi atau tujuan, hasil, implikasi, dan kesimpulan.

Setiap kalimat harus memiliki makna sendiri. Setiap paragraf harus dapat berdiri sendiri tanpa pengulangan makna antar kalimat atau antar paragraf. Boleh menyebut paragraf atau bagian lain jika relevan.

Gunakan bahasa objektif. Hindari kata-kata penekanan atau subjektif seperti: *proses ini penting karena*, *hal ini menunjukkan*, *berguna untuk*, *membantu*, *menegaskan*, *jelas terlihat*, *sangat penting*, *perlu dicatat bahwa*.

Cukup jelaskan informasi secara objektif tanpa kata-kata evaluatif.

Jangan gunakan backtick. Jangan gunakan bold. Gunakan italic saja untuk: istilah asing, istilah teknis, nama framework, nama metode, nama file, nama variabel, istilah kunci.

Jangan gunakan `--` sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat. Gunakan struktur kalimat tanpa tanda hubung panjang: restrukturisasi dengan konjungsi (seperti *yang*, *di mana*, *sehingga*, *sementara*), gunakan koma, atau bagi menjadi dua kalimat terpisah.

Jangan gunakan simbol panah Unicode (← → ↑ ↓ ⇒). Gunakan -> atau <- sebagai pengganti arah panah.

Untuk diagram sederhana (alur, state machine, hubungan antar komponen), gunakan Mermaid diagram. Untuk diagram kompleks (arsitektur, infrastruktur, wiring), gunakan diagram DrawIO yang disimpan sebagai file gambar terpisah.

**LaTeX diperbolehkan** untuk notasi matematika. Gunakan inline `$...$` untuk variabel dan ekspresi pendek, display `$$...$$` untuk persamaan yang berdiri sendiri.

---

## 2. Prinsip Struktur Laporan

### 2.1 Self-Contained

Laporan harus dapat berdiri sendiri. Pembaca tidak memiliki akses ke file sumber internal, commit hash, atau log generasi. Tidak boleh ada referensi "Sumber: *file/ke/sumber*" di dalam laporan final. Jika perlu mengutip data dari sumber, kutip verbatim seperlunya dalam narasi, bukan merujuk ke path file.

### 2.2 Daftar Istilah

Wajib disertakan di awal laporan (sebelum Bab 1). Berisi definisi singkat untuk seluruh istilah teknis, diksi penting, dan singkatan yang digunakan dalam laporan. Setiap istilah yang mungkin tidak dikenal pembaca awam harus didefinisikan di sini.

### 2.3 Alur Linear

Laporan harus dapat dibaca dari awal hingga akhir secara linear. Pembaca yang tidak memiliki pengetahuan tentang codebase atau sumber data harus dapat memahami seluruh isi laporan. Setiap diksi penting perlu diperkenalkan sebelum digunakan.

### 2.4 Bab 1 Berdasarkan Deskripsi Tugas

Bab Pendahuluan ditulis berdasarkan dokumen deskripsi tugas (jika ada) secara verbatim, bukan berdasarkan interpretasi codebase atau implementasi. Pisahkan dengan jelas antara:

- Apa yang diminta oleh tugas (deskripsi, instruksi, kriteria penilaian)
- Apa yang menjadi rumusan masalah (tanpa menyebutkan pilihan implementasi spesifik)
- Apa yang menjadi batasan pengerjaan

### 2.5 Metodologi Diawali Interpretasi

Sebelum masuk ke detail teknis implementasi, jelaskan alur berpikir dari instruksi tugas ke keputusan metodologis. Bagian ini menjawab pertanyaan "mengapa pendekatan ini dipilih" sebelum menjelaskan "bagaimana pendekatan ini dijalankan".

### 2.6 Guide Generic — Konfirmasi Format ke User

Panduan ini bersifat *generic guide*. **Tanyakan ke user format atau template laporan yang diinginkan** sebelum menulis. Setiap dosen, mata kuliah, atau institusi bisa memiliki format yang berbeda. Jangan asumsi struktur tertentu tanpa konfirmasi.

Gunakan outline di bawah sebagai acuan umum jika user tidak memberikan template spesifik. Sesuaikan jenis dan jumlah bab dengan jenis laporan (tugas besar, praktikum, penelitian).

#### Halaman Sampul / Cover

Wajib ada di awal laporan. Umumnya mencakup:

- Logo universitas / institusi
- Judul laporan
- Nama mata kuliah (jika relevan)
- Dosen pengampu (jika relevan)
- Nama penulis dan NIM / NRP
- Program studi, fakultas
- Universitas / institusi
- Tahun akademik

Tanyakan ke user elemen apa saja yang perlu disertakan -- format cover bisa berbeda antar institusi.

#### Daftar Isi (Table of Contents)

Wajib disertakan setelah cover. Gunakan daftar isi otomatis berbasis heading.

#### Daftar Istilah (sebelum Bab 1)

Definisi singkat untuk seluruh istilah teknis, diksi penting, dan singkatan yang digunakan. Wajib disertakan agar laporan dapat dipahami pembaca tanpa latar belakang khusus.

#### Bab 1. Pendahuluan

| Sub-bab | Deskripsi |
|---|---|
| 1.1 Deskripsi Tugas | Gambaran umum tugas yang dikerjakan (berdasarkan dokumen deskripsi, bukan implementasi). *Opsional untuk laporan penelitian.* |
| 1.2 Instruksi Tugas | Rincian instruksi, tahapan, atau spesifikasi teknis yang harus dipenuhi. *Opsional.* |
| 1.3 Rumusan Masalah | Pertanyaan atau permasalahan yang menjadi fokus laporan, dirumuskan tanpa menyebutkan pilihan implementasi spesifik. |
| 1.4 Tujuan | Tujuan yang ingin dicapai dari pengerjaan tugas. |
| 1.5 Batasan | Batasan yang mempengaruhi pengerjaan (perangkat keras, lingkungan, asumsi, lisensi). |

#### Bab 2. Metodologi

| Sub-bab | Deskripsi |
|---|---|
| 2.1 Interpretasi Tugas dan Strategi | Alur berpikir dari instruksi ke keputusan metodologis -- "mengapa pendekatan ini dipilih" sebelum "bagaimana dijalankan". |
| 2.2 *...* | Detail teknis pengumpulan/pembuatan data, arsitektur, tools, dan infrastruktur. Sub-bab disesuaikan dengan konteks. |

#### Bab 3. Implementasi / Pelatihan / Perancangan

Detail proses implementasi inti: konfigurasi, parameter, kronologi eksekusi. Untuk tugas berbasis pelatihan model, sertakan hyperparameter, fase pelatihan, dan evolusi percobaan. Untuk perancangan sistem, sertakan diagram arsitektur dan alur.

#### Bab 4. Hasil dan Analisis

| Sub-bab | Deskripsi |
|---|---|
| 4.1 Metrik Global | Ringkasan hasil pengukuran secara keseluruhan. |
| 4.2 Analisis Detail | Per-rincian hasil berdasarkan label/modul/skenario, disertai visualisasi. |
| 4.3 ... | Analisis lanjutan sesuai kebutuhan (perbandingan, studi kasus). |

#### Bab 5. Pembahasan (Opsional)

Diskusi temuan, implikasi hasil, atau kendala yang dihadapi. Jika membahas kendala teknis, gunakan format tabel:

| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Masalah | [deskripsi masalah] |
| Akar penyebab | [analisis penyebab] |
| Solusi | [langkah yang diambil] |
| Hasil | [outcome setelah solusi] |

Kelompokkan kendala berdasarkan fase pengerjaan. Sertakan gambar pendukung jika tersedia.

#### Bab 6. Kesimpulan

| Sub-bab | Deskripsi |
|---|---|
| 6.1 Pencapaian | Ringkasan hasil yang berhasil dicapai. |
| 6.2 Kelebihan | Aspek yang menjadi keunggulan dari pendekatan yang digunakan. |
| 6.3 Keterbatasan | Aspek yang belum sempurna atau keterbatasan yang teridentifikasi. |
| 6.4 Saran Pengembangan | Rekomendasi untuk pengembangan selanjutnya. |

#### Daftar Pustaka

#### Daftar Tabel

Nomor urut otomatis -- kumpulan seluruh tabel yang digunakan.

#### Daftar Gambar

Wajib disertakan. Format:

| Nomor | Keterangan | Path File |
|---|---|---|
| A | [diagram referensi] | path/relatif/ke/gambar.ext |
| 1 | ... | ... |

Gambar referensi/diagram (bukan hasil) dapat menggunakan huruf (A, B, ...) dan ditempatkan sebelum Gambar 1.

---

## 3. Aturan Format Tabel dan Gambar

### 3.1 Konversi List ke Tabel

Semua informasi berbentuk list "key: value" atau bullet-point dengan format "nama: penjelasan" wajib dikonversi ke tabel. Tidak boleh ada list dengan format:

```
*Item A*: penjelasan A...
*Item B*: penjelasan B...
```

Sebagai gantinya, gunakan tabel dengan kolom yang sesuai. Setiap tabel wajib memiliki judul atau caption.

### 3.2 Daftar Gambar

Disertakan di bagian akhir laporan (sebelum atau setelah Daftar Pustaka). Format:

| Nomor | Keterangan | Path File |
|---|---|---|
| A | [diagram referensi] | path/relatif/ke/gambar.ext |
| 1 | ... | ... |

Path gambar harus relatif dari direktori laporan. Gambar referensi atau diagram (bukan hasil) dapat menggunakan huruf (A, B, ...) dan ditempatkan sebelum Gambar 1.

### 3.3 LaTeX untuk Matematika

Gunakan LaTeX inline (`$...$`) untuk variabel dan ekspresi matematika pendek. Gunakan LaTeX display (`$$...$$`) untuk persamaan yang berdiri sendiri.

### 3.4 Konvensi Heading untuk Google Docs

Laporan ditulis untuk dikonversi dari Markdown ke Google Docs. Konvensi heading sebagai berikut:

- **Maximum heading level untuk konten**: 4 -- `#`, `##`, `###`, dan `####` digunakan untuk heading konten naratif.
- **`#` (Heading 1)**: Judul bab. Satu `#` per bab. Contoh: `# Bab 1. Pendahuluan`
- **`##` (Heading 2)**: Sub-bab. Anak langsung dari bab. Contoh: `## 1.1 Latar Belakang`
- **`###` (Heading 3)**: Sub-sub-bab. Contoh: `### 1.1.1 Rumusan Masalah`
- **`####` (Heading 4)**: Sub-sub-sub-bab. Level heading terdalam untuk konten naratif. Contoh: `#### 2.2.1 Reverse Engineering`
- **`#####` (Heading 5)**: Judul atau caption tabel. Setiap tabel wajib memiliki heading level 5 di atasnya. Tidak digunakan untuk heading konten. Contoh: `##### Tabel 2.1. Spesifikasi Dataset`
- **`######` (Heading 6)**: Caption gambar. Setiap gambar wajib memiliki heading level 6 di atasnya. Tidak digunakan untuk heading konten. Contoh: `###### Gambar 2.1. Confusion Matrix`

Struktur heading tidak boleh melompati level. Tidak boleh ada `#####` atau `######` yang berfungsi sebagai heading konten.

---

## 4. Checklist Validasi

Sebelum menghasilkan laporan final, verifikasi bahwa:

- [ ] Laporan ditulis dalam Bahasa Indonesia formal
- [ ] Daftar Istilah disertakan di awal laporan
- [ ] Bab 1 berdasarkan deskripsi tugas, bukan interpretasi implementasi
- [ ] Ada bagian interpretasi tugas dan strategi sebelum detail teknis
- [ ] Semua list "key: value" dikonversi ke tabel
- [ ] Daftar Gambar lengkap dengan path relatif
- [ ] Setiap gambar memiliki caption
- [ ] Setiap tabel memiliki judul
- [ ] Tidak ada referensi "Sumber: *file/internal*"
- [ ] Tidak ada commit hash
- [ ] Tidak ada path absolut
- [ ] Tidak ada informasi pribadi (PII)
- [ ] Tidak ada backtick
- [ ] Tidak ada bold
- [ ] Tidak ada `--` sebagai penghubung klausa (restrukturisasi kalimat, pakai konjungsi atau koma)
- [ ] Tidak ada simbol panah Unicode (← → ↑ ↓ ⇒ dsb) -- gunakan -> atau <-
- [ ] Diagram: Mermaid untuk alur sederhana, DrawIO untuk diagram kompleks
- [ ] Tidak ada kata ganti orang pertama
- [ ] Tidak ada pengulangan makna antar kalimat
- [ ] Bahasa tetap objektif tanpa kata penekanan subjektif
- [ ] LaTeX digunakan untuk semua ekspresi matematika
- [ ] Laporan self-contained: pembaca dapat memahami tanpa akses ke file sumber
- [ ] Heading: `#` untuk bab, `##` untuk sub-bab, `###` untuk sub-sub-bab, `####` untuk sub-sub-sub-bab, `#####` untuk judul tabel, `######` untuk caption gambar

---

## 5. Workflow Generate Laporan

1. Baca dokumen deskripsi tugas sebagai acuan utama Bab 1.
2. Baca seluruh sumber data yang relevan (log implementasi, file metrik, CSV, gambar).
3. Petakan bagian laporan ke sumber data masing-masing.
4. Jika terdapat gambar atau visualisasi, baca dan analisis kontennya untuk memvalidasi data yang disajikan.
5. Tulis per bagian dengan fokus pada inti dan hasil. Fokus pada inti topik, objective, konteks, poin utama, hasil, dan implikasi. Bukan sekadar menyalin langkah demi langkah dari sumber.
6. Konversi semua list ke tabel.
7. Gunakan LaTeX untuk semua ekspresi matematika.
8. Validasi akhir: tidak ada backtick, tidak ada bold, tidak ada em dash, tidak ada first-person, tidak ada pengulangan makna, bahasa objektif.
9. Pastikan laporan self-contained tanpa referensi ke file internal yang tidak dapat diakses pembaca.
